(021) 424 7129 | Cempaka Putih Indah 100A, Jembatan Serong, Rawasari Jakarta 10520

Profil Prof. Dr. N. Driyarkara, SJ

Profil Prof. Dr. N. Driyarkara, SJ (4)

Prof. Dr. Nicolaus Driyarkara SJ (lahir di Kedunggubah, Kaligesing, Purworejo, 13 Juni 1913 – meninggal di Girisonta, Ungaran, Jawa Tengah, 11 Februari 1967 pada umur 53 tahun.
Ajaran pokok Driyarkara yaitu "manusia adalah kawan bagi sesama". Manusia adalah rekan atau teman bagi sesamanya di dunia sosialitas ini (homo homini socius). Pikiran homo homini socius ini ditaruh untuk mengkritik, mengoreksi, dan memperbaiki sosialitas preman; sosialitas yang saling mengerkah, memangsa, dan saling membenci dalam homo homini lupus (sesama adalah serigala bagi manusia). Sampai tahun 1951 nama Driyarkara tidak dikenal. Hampir seluruh waktunya dia gunakan untuk studi secara intensif. Catatan harian yang ditulisnya sejak 1 Januari 1941 sampai awal tahun 1950 tidak pernah lepas dari persoalan aktual-mendesak yang dihadapi manusia, khususnya rakyat Indonesia.

Jun 17, 2017

Nama kecilnya Djenthu. Setelah masuk Novisiat Yesuit namanya berubah menjadi Driyarkara. Sosok bernama lengkap Nicolaus Driyarkara SJ ini memiliki peran penting dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Tak ada yang menyangka putra petani desa di daerah Purworejo, Jawa Tengah ini akan menjadi seorang tokoh yang diperhitungkan di Indonesia. Pemikirannya yang tajam dan menyentuh langsung ke akar permasalahan, termasuk filsafat mengenai Pancasila senantiasa dikenang. Namanya dikenang menjadi sekolah tinggi filsafat di Jakarta, STF Driyarkara. Tempat ini menjadi sarana mendidik dan mengasah intelektual para calon imam. Namun, tak banyak yang tahu tentang sosok dan pemikiran Driyarkara pada masanya.

Jun 16, 2017

Pemikiran mengenai Pancasila menjadi warisan Nicolaus Driyarkara SJ bagi bangsa Indonesia. Pancasila sebagai humanisme religius-sosialistis.Pastor Nicolaus Driyarkara SJ diundang menjadi pembicara saat digelar seminar tentang Pancasila di Yogyakarta, 16-20 Februari 1959. Bersama Prof Dr Prijono, Ruslan Abdulgani, Muhammad Yamin, dan Prof Notonegoro, Driyarkara mengkaji Pancasila. Driyarkara membedah Pancasila dengan kacamata akademissistematis, yakni filsafat manusia.Kala itu, ia merefleksikan hakikat Pancasila sebagai dalil-dalil filosofis. Bagi Rektor Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) Sanata Dharma Yogyakarta saat itu, sebagai dalil-dalil filosofis, Pancasila adalah rumusan realitas dasar manusia yang ada bersama cinta kasih. Tentunya bila dipandang secara keseluruhan dan keterkaitan antarsila.

Jun 16, 2017

Mengenal Driyarkara, Sang Filsuf Pendidik (Resensi Buku)


Berbeda dengan lebih dari 20 judul buku tentang Driyarkara dan karyanya (1913-1967), termasuk ratusan karangan dan makalah yang masih berupa naskah tentang pemikiran Romo Dr Nicolaus Driyarkara SJ, buku ini khas, lain dari yang lain. Buku Driyarkara Si Jenthu menyampaikan apa dan siapanya, semacam napak tilas, salah satu ahli filsafat Indonesia yang disusun berdasarkan catatan harian, diarium yang ditulis secara rutin sejak 1 Januari 1941 sampai April 1950. Berkat ketekunan F Danuwinata SJ yang mengumpulkan, menyimpan rapi, dan menerjemahkan diarium sekaligus menjadi narasumber satu-satunya dan juga menjadi penyunting bersama Maria Hartiningsih, disusun Frieda Treurini, buku ini menjadi pelengkap dan khas dibandingkan yang lain.

Jun 16, 2017

 

 

 

 

Perpustakaan STF Driyarkara saat ini memiliki kurang lebih 47.509 eksemplar (eks.) bahan pustaka dengan rincian 46.277 eks. buku; 1.171 eks. skripsi; 55 eks. tesis; 6 eks. disertasi; dan 1.681 eks. majalah. 

Pembelajaran Interaktif.STF Driyarkara saat ini memiliki 50 Dosen dengan jenjang pendidikan Magister, Doktor dan Profesor. 

Go to top
Template by JoomlaShine