(021) 424 7129 | Cempaka Putih Indah 100A, Jembatan Serong, Rawasari Jakarta 10520

May 26, 2018 320times

Malam Budaya Dies Natalis ke-49

Sabtu, 5 Mei 2018 merupakan hari yang membahagiakan bagi seluruh civitas akademika STF Driyarkara. Setelah rangkaian acara Dies Natalis yang berjalan kurang lebih selama 5 bulan sejak bulan Januari 2018, akhirnya terselesaikan lewat acara puncak Malam Budaya. Malam Puncak Dies Natalis ke-49 yang mengangkat tema besar mengenai isu Teknologi ini, menampilkan teater rakyat dan juga pesta rakyat. Para pemain teater adalah mahasiswa dan mahasiswi STF Driyarkara sendiri. Selain drama dan pesta rakyat, ada pula pembagian hadiah pagi para pemenang-pemenang lomba yang diselenggarakan dalam rangkaian acara ini.


Bertempat di Auditorium STF Driyarkara, Puncak Dies Natalis ke-49 STF Driyarkara ini menampilkan teater dengan judul “Negeri Para Psikopat”. Teater yang disutradarai Yogie Pranowo ini merupakan sebuah adaptasi dari lakon Nabi Kembar karya Stavomir Mrozek. “Negeri Para Psikopat” mencoba menggambarkan situasi suatu negara yang terus menerus dirundung permasalahan tanpa henti dan orang-orang mencoba mendapatkan keadilan. Akan tetapi, yang terjadi adalah para pemimpin malah hidup bermewah-mewahan dan mencari jalan keluar dengan cara mencari kambing hitam.


Taeter yang ditampilkan dengan iringan musik mini orchestra ini dihadiri kurang lebih 350 orang, yang terdiri dari para dosen, mahasiswa, maupun undangan-undangan lainnya. Acara ini selalu menjadi acara yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Tidak sedikit orang yang mencoba mendaftar untuk dapat menikmati pagelaran ini, tetapi karena keterbatasan tempat harus mengurungkan niatnya.


Dari fenomena yang ada, terlihat bahwa teater rakyat STF Driyarkara selalu ditungguh oleh banyak orang karena memiliki alur yang menarik dan tentu saja filosofis. Hal ini terlihat dengan banyaknya dialog yang menggunakan teori-teori filosofis yang dikemas secara sederhana tetapi seperti memberikan pencerahan kepada pendengarnya. Tidak ketinggalan Malam Budaya kali ini juga menampilkan bintang tamu muda, Dityo Bramantyo, seorang Bassis muda lulusan Australia. Permainan bass solonya seperti menghipnotis orang-orang yang hadir.


Setelah teater rakyat selesai, acara tidak begitu saja selesai. Acara dilanjutkan dengan makan bersama dan pesta rakyat yang bertempat di lapangan STF Driyarkara. Sembari menikmati makanan yang ada, para mahasiswa maupun tamu-tamu undangan dipersilakan menyanyikan lagu atau menampilkan sesuatu di panggung. Suasana kekeluargaan sekaligus kegembiraan tidak bisa dihindarkan. Lagu-lagu Reggae hingga lagu-lagu pop populer terlantun di dalam pesta rakyat ini. Tidak ketinggalan goyangan dan tarian dari para penonton yang sangat antusias.


Acara diselesaikan dengan kegembiraan dan kesan yang begitu mendalam. Kalau kata orang para filsuf itu kolot dan kaku, tampaknya tidak terbuktikan dengan acara Malam Budaya ini. Hal yang ada justru sebaliknya, kekritisan daya pikir membawa kreativitas yang semakin mendalam dan kaya.

 

 

 

 

Perpustakaan STF Driyarkara saat ini memiliki kurang lebih 47.509 eksemplar (eks.) bahan pustaka dengan rincian 46.277 eks. buku; 1.171 eks. skripsi; 55 eks. tesis; 6 eks. disertasi; dan 1.681 eks. majalah. 

Pembelajaran Interaktif.STF Driyarkara saat ini memiliki 50 Dosen dengan jenjang pendidikan Magister, Doktor dan Profesor. 

Go to top
Template by JoomlaShine